Sabtu, 12 Mei 2012

Dongeng Sebelum Ngantuk =)

1, 2 , 3

Engkau yang hatinya sedang bersedih dalam kekecewaan,
karena menyadari bahwa upayanya tidak membuahkan hasil sebaik yang di harapkan.

Memang terkadang sulit bagi kita untuk mengerti alasan dan tujuan dari kesulitan dalam kehidupan ini :)
terkadang kita melihat orang yang tidak jujur, penuh dusta dan sombong dalam ketamakan, mudah sekali mendaptkan hasil dari kekejiannya, termasuk dari usaha pencurian hak sesama.
Padahal, pada saat yang sama, ada dari kita yang mengais rezekikecil yang tak pasti, dalam kejujuran dan kesabaran dan tak mendapatkan hasil sebaik yang kita harapkan.
Terkadang kita melihat orang menghasilkan banyak keuntungan dari pekerjaan yang niatnya tidak jujur dan yang dibenci oleh orang banyak menyaksikan orang-orang alim bekerja keras untuk hasil yang kecil, dan kurang untuk membiayai kehidupan yang sederhana.

But, Allah Maha Penyayang lagi Maha Pemurah segalanya..

pasti ada maksuud dari ketimpangan ini, yang terasa seperti tidak adil.
Tuhan tidak mungkin merencanakan penderitaan bagi orang-orang yang jujur dan mencintaiNya, dan membuat kita semua berkecil hato menyaksikan 'mereka' yang dimanjakanNya para pencuri dengan kehidupan yang baik.
Tiada maksud Tuhan kecuali memuliakan kita.
Tuhan maha adil, dan menskenario film kehidupan semua ini.
Hanya saja kita bergarap agar Tuhan tidak menjadikan ini semua terlalu sulit bagi pengertian kita yang sederhana dan sangat terbatas ini.

Umar Tabah Santoso, 4'05


ITIK CILIK

Manisnya sinar mantari pagi di kala itu, retakan demi retakanmembelah cangkang mungilnya.
Sudah tiba waktunya si itik menjalani hidup baru yang keras, yang kejam, yang penuh dengan kekotoran.
dengan mata indahnya dia melihat takjub dan terperangah kagum dengan alam barunya,
mulai ia berdiri dengan kaki mungil yang meno[ang tubuh imutnya itu, saling menatap dengan induknya
sang induk menyambutnya dengan sapaan 'hai anakku selamat datang di dunia sulap ini, dunia yang penuh dengan kepalsuan, trik dan intrik'
si itik mulai belajar berjalan, sang induk dengan penuh cinta kasihnya menuntuk anaknya untuk belajar berjalan, dengan kakinya yang ringkih si ituk merasankurang percaya ia akan berlari.
untuk berdiri saja susah. si induk berkata 'anakku itu baru awal jangan kau bermanja manja seperti anak manusia, ayo nak'
, si itikpun berkata 'lah mamane ta, aku mbe lair gon mlaku-mlaku. nko disit ma tak liren, kesell mbok'


Umar Tabah Santoso, 4'05